Profil Romario, Penyerang Paling Berbahaya Eropa Di Era 90-an

Profil Romario

Bagi pecinta sepak bola Eropa era 90-an pasti sudah tidak asing dengan Romario. Pria yang kini  sudah berusia 54 tahun ini merupakan seorang legenda sepakbola. Prestasinya sepanjang bermain sepak bola sangat banyak. Bahkan di tahun 1994, Romario menjadi pemain terbaik di dunia menurut FIFA. Penasaran dengan profil Romario lebih dalam?  Simak penjelasannya dibawah ini :

Biografi Singkat Romario

Pria berkebangsaan Brazil ini memiliki nama lengkap Romario de Souza Faria dan lahir pada tanggal 29 Januari 1954. Romario sudah berkarir dalam sepak bola selama 22 tahun yaitu dari tahun 1985-2007.  Bahkan Romario merupakan pesepakbola pertama yang mencetak 1000 gol, walaupun hal ini masih menjadi kontroversi.

Selama 22 tahun karirnya di sepak bola, Romario sudah berpindah dari banyak klub bola dunia.  Total sudah 12 klub bola Romario berpindah tempat. Tahun terakhir karirnya sebelum pensiun, Romario  bergabung dengan klub Vasco De Gama yang juga merupakan klub pertamanya.

READ  Profil Anthony Martial Si Pemuda Bernilai Tinggi

Di sepanjang karir Romario,  dirinya juga dikenal sebagai pemain bermulut besar dan lumayan egois. Karena sikap inilah, Romario pernah tidak dianggap dalam suatu pertandingan.

Sepak Terjang di Dunia Sepak Bola

Awal karir sepak bola Romario, pria ini bergabung dengan klub lokal Brasil Olaria Atletico Clube. Bakat sepakbola Romario sudah terlihat di klub Olaria Atletico Clube, sehingga menarik perhatian klub Vasco De Gama. Akhirnya Romario bergabung dengan Vasco De Gama tahun 1985.

Profil Romario yang apik di Vasco De Gama, membuat Romario dipercaya menjadi timnas Brazil untuk  bertanding di olimpiade tahun 1988. Romario mulai dikenal dunia saat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak.

Satu tahun setelahnya,  Romario beralih ke klub Eropa PSV Eindhoven asal Belanda. Di klub ini Romario berhasil meraih gelar Eredivisie selama 3 tahun berturut – turut.

READ  Profil Matts Hummels Pemain Hebat Asal Jerman

Dengan prestasinya yang mumpuni, klub besar Barcelona pun membelinya di musim 1993-1994. Dimanapun Romario berada,  selalu memberi keberuntungan bagi klub yang sedan dibelanya saat itu. Di Barcelona, Romario memenangkan Liga Spanyol dan merupakan pencetak gol terbanyak yaitu 30 gol dari 33 penampilan.

Setelah Barcelona, ia berpindah ke Flamengo dan satu tahun setelahnya di tahun 1996 ia bergabung dengan Valencia. Di klub-klub ini, Romario juga meraih banyak prestasi seperti meraih piala mercosur.

Puncak karir Romario berada di tahun 1994 saat dirinya bermain dalam laga piala dunia. Saat itu Romario berhasil membawa Brasil menjadi pemenang piala dunia. Di tahun tersebut pula, Romario masuk dalam daftar All Star World Cup.

Setelah puncak karirnya tersebut, Romario mulai berpindah dari klub satu ke klub lainnya. Romario juga terus mencetak prestasi setiap tahun. Pria ini juga menjadi pemain dengan top skor tertinggi di Brasil nomor 2.

READ  Profil Irfan Bachdim Sang Gelandang Keturunan Belanda

Kehidupan Saat ini

Setelah Romario pensiun bermain sepak bola tahun 2007, beliau beralih menjadi pelatih Vasco De Gama selama 1 musim. Setelah menjadi pelatih, Romario sampai saat ini mulai masuk ke dalam kancah politik.

Di dalam politik inilah sosok Romario yang dulu dikenal egois mulai dewasa. Dirinya juga merupakan yang paling gencar menyuarakan akses para disabilitas untuk bermain sepak bola. Hal inilah yang membuatnya mendapat banyak suara pemilihan.

Romario juga mendirikan partai politik bernama Partai Podemos. Pria ini juga tercatat menjadi parlemen paling rajin jika dilihat catatan kehadirannya. Romario pun sampai saat ini masih dikenal sebagai  pesepakbola yang melegenda.

Diatas merupakan profil Romario, pemain paling berbahaya di Eropa era 90-an. Sepak terjangnya di dunia sepak bola patut diacungi jempol.

You May Also Like

About the Author: Marvel Potter